Cara Memulai Investasi Saham Step by Step Untuk Pemula

Cara memulai investasi saham untuk pemula , salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengelola keuangan agar tidak tergerus dengan arus inflasi dan agar nilainya bisa bertambah seiring berjalannya waktu adalah dengan melakukan investasi. Berbagai instrument investasi bisa Anda ambil.

Salah satu instrument investasi yang menguntungkan adalah investasi saham. Bagi Anda yang ingin memiliki sekuritas dari sebuah perusahaan bisa melakukan investasi saham. Namun, pastikan bahwa saham yang Anda beli adalah saham – saham yang aman. Utamanya untuk pemula, saham bluechip adalah jenis yang paling aman untuk Anda jalankan.

Lantas, bagaimana cara memulai investasi saham? Bagi Anda yang ingin memulai investasi saham untuk mendapatkan keuntungan dan melindungi nilai uang Anda di masa depan, berikut cara memulai investasi saham yang Anda harus terapkan.

Cara Memulai Investasi Saham
Cara Memulai Investasi Saham

Cara Memulai Investasi Saham

Disini kita akan membahas bagaimana cara memulai investasi saham khususnya bagi pemula yang masih baru mulai investasi. Namun sebelum kita membahas hal tersebut, kita lebih baik pahami dulu tentang persyaratan apa saja yang penting diperhatikan untuk memulai investasi saham.

Nah, dalam memulai investasi saham kita harus membuka rekening saham. Adapun syarat – syarat penting dalam membuka rekening saham yang perlu disiapkan diantaranya :

ID card

ID card merupakan syarat wajib yang harus disiapkan untuk membuka rekening saham. ID card yang dimaksud berupa KTP/ KITAS/ Passport. Untuk warga negara Indonesia bisa menyertakan KTP jika tidak ada bisa diganti dengan SIM atau passport. Sementara bagi WNA, maka diwajibkan atasnya menyerahkan ID card berupa KITAS atau passport.

Memiliki NPWP

Selain ID card, NPWP juga menjadi syarat wajib selanjutnya yang harus disiapkan. Ketika pembukaan rekening efek, Anda akan ditanya perihal kepemilikan NPWP.

Anda bisa meminta surat pada sekuritas tempat Anda mendaftar rekening untuk membuat pernyataan tidak memiliki NPWP jika memang Anda masih belum mengurus NPWP. Namun jika Anda sudah memiliki NPWP tentu segala urusan akan jauh lebih mudah.

Memotret cover buku tabungan

Cover buku tabungan juga menjadi salah satu syarat yang wajib disiapkan untuk melakukan investasi saham. Dengan adanya cover buku tabungan, hal tersebut akan sangat memudahkan bagi pihak sekuritas untuk memeriksa rekening bank nasabah.

Rekening tersebut yang nantinya akan menjadi bank penampungan setiap kali Anda melakukan penarikan dana. Anda pun dapat mengintegrasikan rekening bank menjadi RDI dengan melakukan konsultasi kepada pihak broker.

Menyertakan nomor identitas KSEI

Menyertakan nomor identitas KSEI itu perlu. Apa itu KSEI? KSEI merupakan kependekan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia. Namun persyaratan ini hanya berlaku jika Anda sebelumnya sudah memiliki rekening saham dan ingin membuka rekening saham yang kedua.

Materai Rp 6.000

Anda perlu menyediakan materai Rp 6.000 sebanyak 2 sampai dengan 8 materai. Kebutuhan materai yang Anda siapkan tentu saja tergantung atas kebutuhan Anda.

Baiknya Anda jangan lupa untuk fotokopi KTP suami, fotokopi NPWP suami dan fotokopi kartu keluarga. Fotokopi segala keperluan suami tersebut perlu disertakan utamanya jika Anda adalah seorang ibu rumah tangga yang ingin memiliki rekening saham dan ingin melakukan investasi saham.

Jika semua persyaratan tersebut sudah Anda siapkan, selanjutnya Anda mulai melakukan investasi saham dengan membuka rekening saham dan ikuti step by step berikut ini :

Bertemu broker dan membuat rekening

Oke ini adalah langkah pertamanya dalam cara memulai investasi saham seperti yang sudah kami bocorkan sebelumnya. Selain Anda bisa bertemu secara langsung, Anda juga bisa membuka rekening saham secara online karena saat ini tata caranya membuat rekening saham baru secara online sudah jauh lebih mudah.

Anda pun dapat mengunduh formulir online yang telah disediakan perusahaan sekuritas di websitenya dan kemudian mengisi dan mengirimkannya. Atau jika Anda memiliki teman yang dapat merekomendasikan seorang broker tertentu, Anda pun bisa membuat janji dengan broker untuk bertemu secara langsung dan membukakan rekening Anda sehingga Anda tidak perlu berlama – lama dengan prosedur. Anda tinggal menunggu rekening jadi dan siap digunakan.  

Isi formulir dan lampirkan semua syaratnya

Setelah Anda bertemu broker dan mengisi formulir pembukaan rekening, kemudian Anda perlu mengisi formulir pembukaan akun. Formulir yang perlu diisi mirip seperti formulir ketika Anda membuka rekening di bank.

Kemudian semua syarat yang sudah kami jelaskan di awal tadi harus Anda siapkan dan Anda sertakan pada formulir yang diisi tersebut.

Pilih dan buka RDI

Apa itu RDI? Sebelum kita membahas RDI disini, kita akan informasikan dulu bahwa sebenarnya formulir pembukaan rekening saham terdiri atas dua bagian. Dua bagian tersebut yaitu pembukaan rekening saham dan pembukaan rekening dana investor (RDI).

Pembukaan rekening saham digunakan untuk membuka rekening pada perusahaan sekuritas. Juga digunakan untuk menyampaikan data pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Rekening saham ini merupakan rekening penyimpanan saham Anda.

Untuk RDI atau Rekening Dana Investor merupakan rekening dari dana Anda yang ditempatkan pada bank, terpisah dari rekening perusahaan efek. Manfaatnya sendiri adalah supaya Anda memiliki rekening bank sendiri untuk keseluruhan dari penyelesaian transaksi saham Anda. RDI ini memiliki tujuan yaitu digunakan untuk menyimpan dana nasabah yang tidak dibelikan saham.

Tunggu sampai proses pembukaan rekening selesai

Berikutnya yang Anda bisa lakukan adalah menunggu proses pembukaan rekening. Lamanya pembukan rekening bervariasi tergantung atas RDI yang Anda bisa pilih. Akan tetapi secara umum memakan waktu kurang lebih selama satu minggu.

Setelah proses pembukaan rekeningnya selesai, Anda nantinya akan segera dikonfirmasikan dengan nomor RDI yang sudah Anda buka.

Melakukan setoran deposit awal

Sama halnya dengan membuka tabungan, Anda harus punya setoran awal. Lantas, biasanya berapa setoran awal pembukaan rekening saham?

Tentu setiap sekuritas memiliki patokan setoran awal pembukaan rekening saham yang berbeda – beda. Ada yang mematok sekuritas deposit awal kecil dan ada yang besar. Ada sekuritas dalam negeri yang mematok setoran awal mulai dari 100 ribu rupiah saja.

Namun untuk sekuritas asing, biasanya mereka mematok setoran dana awal lebih besar. Mereka yang memilih sekuritas asing biasanya merupakan pemula yang memang sudah siap dana besar untuk investasi.

Beberapa sekuritas asing malah memberikan syarat setoran minimal sampai dengan 50 juta rupiah. Jadi dalam pemilihan sekuritas baiknya Anda pertimbangkan dana yang Anda miliki dan kemampuan financial Anda agar Anda bisa tetap melakukan investasi seterusnya.

Nah, setelah rekening dana investor atau RDI sudah jadi, Anda dapat segera menyetorkan jumlah modal yang Anda inginkan untuk diinvestasikan pada pasar saham. Dengan melakukan deposit awal juga untuk mengaktifkan rekening saham yang sudah Anda buka.

Untuk penyetorannya, Anda bisa melakukan setoran secara tunai atau melakukan transfer dari rekening pribadi ke rekening RDI. Kemudian setelah transaksi setoran deposit awal sudah diberikan selanjutnya Anda tinggal menunggu saja agar ID segera dikirimkan kepada Anda.

Password dan juga PINnya untuk melakukan login ke akun saham online juga perlu Anda dapatkan dan setelah pembukaan rekening, semua itu akan diberikan kepada Anda sebagai fasilitas untuk Anda melakukan transaksi. Selain itu, Anda akan mendapatkan akses kartu KSEI.

Download aplikasi trading dan mulailah melakukan transaksi saham

Setelah Anda menerima ID, password dan juga PIN, selanjutnya Anda sudah dapat memulai untuk melakukan metode investasi saham. Anda bisa berinvestasi sesuai kemampuan financial Anda. Tahap selanjutnya setelah semua tahap diatas Anda lakukan, Anda bisa mengunduh aplikasi trading yang telah disediakan oleh broker setelah Anda mendapatkan password, PIN dan juga ID.

Namun dalam melakukan pembelian saham ada baiknya sebelum Anda membeli saham, pilihlah saham yang akan Anda beli secermat mungkin. Anda harus memilih saham sesuai dengan tujuan keuangan Anda dan juga sesuai dengan tujuan awal Anda untuk membuat suatu rekening saham.

Jika Anda bermaksud untuk melakukan transaksi saham sebagai trader yang aktif memperjualbelikan saham dan bermain dalam kapasitas saham jangka pendek, Anda bisa melakukan langkah dan metode analisa teknikal dalam memilih saham.

Anda harus berusaha mencari saham yang sedang berada di kondisi uptrend dan juga manfaatkan indicator – indicator teknikal dalam memilih saham seperti memilih metode moving average, MACD dan support atau resistance.

Hal penting lainnya yang juga perlu Anda pahami adalah jika Anda melakukan transaksi untuk tujuan trading harian, baiknya Anda pasang stop loss. Hal ini penting karena stop loss akan membantu supaya modal Anda tetap terjaga.

Akan tetapi jika Anda bermaksud untuk melakukan transaksi saham sebagai suatu instrument investasi jangka panjang, Anda bisa mempertimbangkan untuk memilih saham blue chip. Apa itu saham bluechip?

Saham bluechip merupakan saham papan atas atau saham unggulan. Artinya saham yang termasuk di kategori saham bluechip merupakan saham yang memiliki angka kapitalisasi pasar yang besar. Angka kapitalisasi pasar saham bluechip berada diatas 40 triliun rupiah.

Dengan nilai pasar saham sebesar itu, tentu perusahaan yang bergerak bukan perusahaan gorengan atau perusahaan abal – abal. Di Indonesia sendiri ada banyak saham bluechip yang bisa Anda pilih. Beberapa perusahaan yang kategori sahamnya termasuk saham bluechip dan sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia diantaranya yaitu :

  • PT Astra International Tbk
  • Perusahaan Gas Negara Tbk
  • Jasa Marga (Persero) Tbk
  • Waskita Karya (Persero) Tbk
  • United Tractors Tbk
  • Bukit Asam Tbk
  • Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  • Adaro Energy Tbk
  • Charoen Pokphand Indonesia Tbk
  • Unilever Indonesia Tbk
  • Kalbe Farma Tbk
  • Semen Indonesia (Persero) Tbk
  • Gudang Garam Tbk
  • Indofood Sukses Makmur Tbk
  • Bank Central Asia Tbk
  • Bank Rakyat Indonesia Tbk
  • Bank Mandiri (Persero) Tbk
  • H.M Sampoerna Tbk
  • Indo Tambangraya Merah Tbk
  • Media Nusantara Citra Tbk

Nah, jika Anda bermaksud melakukan transaksi saham sebagai suatu instrument investasi jangka panjang, saham bluechip tersebut sangat dianjurkan untuk Anda pilih. Jika saham bluechip yang Anda pilih, maka analisis fundamental perlu pahami.

Cukup mudah bukan cara memulai investasi saham? Selamat mencoba dan semoga aktivitas jual beli saham sebagai instrument investasi bisa Anda jalankan secara lancar.

Salam sukses Investasi ! Follow our instagram @analisafundamental

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Twitter
Pinterest
Pinterest