Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham

Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham, tentunya sudah bukan asing lagi bagi kita yang berbisnis dan investasi saham. Di sini kita akan membagikan salah satu cara bagaimana kita memahami bid dan offer saat kita mau membeli suatu saham dan memastikan bahwa bid dan offer itu bukan bid atau offer  “SILUMAN” . Wah kok serem….he he he he …emang iya .

Saat kita live trading dan sudah ready dengan trading plan kita , katakan lah hari ini mau trading saham A dan B , nah saat kita memantau harga dan kita lihat bid dan offer nya , kalau kita lihat bid dan offer nya tebel tebel plus bid nya lebih tebel dari offer nya , siapa yang tidak senang ….hayoo ngaku .

Sebenar nya tidak ada yang salah jika kita melihat dari jumlah bid yang lebih banyak dari offer nya , cuma ada satu hal yang sering terlewatkan atau malahan tidak tahu , yaitu apakah itu real bid dan offer yang kita lihat . Salah satu cara untuk melihat adalah dengan melihat frequency dari bid dan offer tersebut. Ini bisa kita lihat dari program sekuritas masing masing atau bisa dengan cara yang sederhana yaitu dengan RTI dari hp kita.

Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham
Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham

Mari kita perhatikan di angka 196 di sana ada sebanyak 1261464 lot dengan 1454 frequency yang bisa kita bilang normal. Akan tetapi jika anda melihat 12641464 lot misalnya dengan frequency kecil misal 5 atau bahkan 1 , anda harus waspada , kenapa karena bisa jadi fake bid atau offer , bid dan offer palsu. Dalam chart RTI tersebut adalah total volume bid dan offer .

Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham2
Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham 2

Dari gambar di atas lebih jelas untuk posisi bid dan offer nya serta frequency nya. Seandainya bid price yang di garis abu abu frequency nya bukan 52 melainkan 1 misalnya demikian halnya dengan offer nya di 198 adalah 1 frequency nya . Kedua fraksi tersebut bisa di hilangkan dengan cara withdraw bid dan offer nya . Jadi dalam hal ini jika anda melihat jumlah bid dan offer tebal dengan jumlah bid lebih besar dari offer nya ( Biasanya ritel baru langsung masuk karena akan di anggap harga akan naik segera ) anda perlu perhatikan juga frequency nya , kalau semisal jumlah lot sangat besar dengan frequency yang sangat kecil , anda harus waspada , karena bisa jadi itu pasangan atau jebakan untuk menjebak anda supaya masuk ke saham tersebut.

Mari kita perhatikan lagi gambar di bawah ini biar lebih jelas lagi.

Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham 3
Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham 3

Perhatikan posisi di 210 bid nya dan yang di garis merah , kemudian bandingkan dengan gambar di bawah ini.

Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham4
Memahami Bid dan Offer dalam Trading dan Investasi Saham

Yup…bid nya 210 menghilang dan anda perhatikan tidak ada perubahan di total volume/freq di 210 . Bid yang begitu tebal tiba tiba lenyap, jadi bukan hanya ada “Alamat Palsu ” saja , tetapi ada juga Bid atau Offer palsu. So Be Smart Trader and Investor.

 

Salam Sukses Investasi !

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *