Tips Analisa Teknikal Trading Saham Jangka Pendek

Berbicara mengenai Tips Analisa Teknikal Trading Saham Jangka Pendek, tidak sedikit orang yang masih belum paham, sehingga berusaha mengumpulkan informasi yang bisa dijadikan acuan untuk bahan belajar.

Termasuk pada salah satu penyampai informasi, disini kami mempunyai peranan untuk membantu anda dalam mengatasi masalah analisa pasar saham. Khususnya untuk traders yang masih dalam tahap pembelajaran.

Pada beberapa langkah analisa teknikal trading saham jangka pendek, entah itu Forex ataupun saham option selling, banyak orang yang tidak tahu cara melakukan teknik dengan baik dan benar.

Hal tersebut dikarenakan mereka hanya menjadi pengekor alias menginginkan signal trading saja. Oleh karena itu, di Indonesia jasa signal saham terbilang sangat lagu dan banyak diburu oleh para traders.

Untuk sebelumnya, kami juga sempat memposting jenis aplikasi saham online. Dengan aplikasi tersebut, anda bisa belajar banyak, baik secara demo atau melakukan pembelian secara langsung.

Namun untuk lebih memperlengkap koleksi kami terkait dengan tips dan triks bermain saham, maka tidak ada salahnya jika kami mengulas kembali analisa teknikal saham jangka pendek. Seperti apa? Mari kita ikut beberapa langkah dibawah ini.

Tips Analisa Teknikal Trading Saham Jangka Pendek

Dilansir dari beberapa sumber, setidaknya ada 2 poin penting yang perlu diperhatikan untuk memulai menganalisa saham jangka pendek. Beberapa diantaranya mencakup :

1. Metode Yang Digunakan

Sedikit menoleh kebelakang, pada dunia trading dikenal dua jenis metode teknikal. Dan hal tersebut memang sudah umum diterapkan oleh para traders, khususnya bagi para pemula.

Metode pertama ialah breakout atau yang lebih dikenal dengan sebutan buy high sell highest, dan metode kedua yang disebut dengan buy low sell high.

Pada masing-masing metode tersebut, bisa diterapkan pada perdagangan saham jangka pendek. Akan tetapi, juga mempunyai karakter yang berbeda-beda. Metode ini tidak mengenal salah atau benar, sehingga terhitung bebas sesuai dengan keinginan traders.

Secara umum, alat bantu yang biasanya dipakai untuk menerapkan metode breakout merupakan garis support resistance. Teknik penggunaannya pun mudah, tapi sangat efektif pada saat mencari dan memberikan indikasi.

Pada garis trend yang tampi dalam chart, bisa digunakan untuk tanda support dan resitance. Sebab keduanya merupakan signal breakout ketika harga telah tembus di trendline.

Sedangkan untuk metode buy low and sell high, traders harus lebih sabar menunggu lantaran hanya mengambil posisi buy ketika di low. Bisa dikatakan jika metode ini berbanding terbalik dengan breakout. Sehingga langkah yang diambil pun mempunyai cara yang berbeda.

2. Belajar Menggunakan Garis Support-Resistance

Ketika anda mulai masuk dan belajar pada dunia trading, sangat disarankan untuk mempelajari tahapan serta strategi menggunakan trendline. Bisa juga diawali dengan belajar Tips Aman Bermain Saham Untuk Pemula.

Nah, pada tahapan pertama ialah berupa teknik menggambar trendline yang merupakan suatu keharusan untuk menentukan titik support (low), dan juga titik resistance (high).

Sedangkan untuk tahap kedua, yakni setelah menentukan garis support, yakni dengan meninggu terjadinya break harga yang muncul pada garis tersebut. Akan tetapi, perlu juga dicermati bentuk dari candle pada saat harga tembus garis.

Semakin besar candel yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula adanya kemungkinan untuk meraih profit. Setelah dinyatakan memperoleh posisi entri yang potensial, yakni dengan memperhatikan indikator breakout candle.

Untuk tahap ketiga pun, hanya menentukan titik stoploss. Baru setelah itu bisa ditentukan aksi take profit guna dijadikan posisi keluar. Pada dasarnya, metode ini sangat sederhana. Namun kebanyakan trader merasa tidak sabar untuk menunggu.

Tahap lanjutan yang perlu dperhatikan

Melihat segi teknik dan metode analisa trading saham jangka pendek tersebut. Pada dasarnya sudah bisa diterapkan secara langsung. Namun terdapat pula beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Trading jangka pendek bisa menghasilkan proft besar dalam waktu yang singkat, namun bisa pula mempunyai risiko yang tinggi.
  2. Akan lebih banyak waktu yang dihabiskan, sehingga berpengaruh pada psikologi trader. Jika kalah ataupun menang terus menerus, akan muncul sifat yang merugikan.
  3. Dunia trading tidak semudah yang dipikirkan, sehingga menuntut untuk tetap belajar meski sudah terbilang trader profesional.

Sederhana bukan? Sekian dari kami, Salam Sukses Investasi!