Harga Saham BBRI,BBNI dan BBCA Sebagai Kendaraan Investasi

Posted on

Harga saham BBRI,BBNI dan BBCA tiga saham yang menjadi penopang IHSG apakah masih bisa untuk di jadikan kendaraan investasi jangka panjang ? Kita akan sedikit mengulas dengan analisa sederhana dan mudah untuk di pahami untuk ketiga saham perbankan ini. Secara sekilas semua pasti tahu tentang ketiga bank ini. Dua bank plat merah dan satu bank swasta raksasa Indonesia. Mari kita perhatikan sedikit perbandingan sederhana dari ketiga bank tersebut.

Harga Saham BBRI, BBNI dan BBCA

Jika kita melihat hanya dari segi rupiah nya sangat terlihat bahwa BBCA paling mahal dan BBRI paling murah ya ? Tapi apakah memang benar begitu. Mari kita perhatikan lagi dari Earning Per Share nya atau EPS nya dari tabel di atas nampak bahwa BCA menghasilkan Earning yang disetahunkan paling besar dari ketiga bank tersebut. Namun jika kita hitung secara persentasi berdasarkan harga saham dengan Earning yang di hasilkan apakah angka nya secantik persentasinya ?

Ternyata berbeda ya hasilnya dari yang kita bayangkan sebelum nya , pertanyaan nya kenapa EPS dibagi dengan harga ? Tujuan kita membeli saham tentunya adalah untuk berinvestasi salah satunya, secara sederhana gambaran nya adalah sebagai berikut , kita ingin membeli salah satu dari ketiga bank itu secara tunai . Jika kita ingin membeli suatu usaha tentunya hal pertama yang kita perhatikan adalah penghasilan dari usaha tersebut bukan ? dan tentunya harus kita bandingkan dengan jumlah modal yang kita keluarkan. Semakin besar penghasilan tentunya balik modal juga akan semakin cepat. Nah dari ketiga bank tersebut ternyata return yang paling besar ada di saham BBNI di ikuti saham BBRI dan saham BBCA.

Lalu bagaimana jika secara valuasi ? Dari tabel di atas kita lihat bahwa PBVR terkecil ada pada bank BBNI . Apakah perusahaan yang mempunyai PBVR di bawah satu selalu murah ? Jawaban nya adalah tidak selalu. Suatu perusahaan di nilai oleh pasar berdasarkan banyak hal termasuk diantaranya adalah performa dari perusahaan tersebut , misal perusahaan tersebut selalu rugi selama beberapa tahun, tentunya pasar akan menilai perusahaan tersebut dengan harga murah yang mengakibatkan nilai PBVR nya menjadi di bawah satu misalnya. Disini memang perlu kejelian kita di dalam memilih suatu saham perusahaan yang akan kita jadikan kendaraan untuk berinvestasi. Apakah penilaian pasar selalu benar ? Jawabanya adalah tidak selalu. Nah kesalahan penilaian pasar ini yang harus kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan perusahaan perusahaan bagus dengan harga murah.

Kemudian jika memang kita ingin membeli saham nya , apakah sudah tepat waktunya untuk membeli atau belum. Jika anda berencana untuk membeli saham secara rutin dengan menyisihkan sebagian penghasilan anda untuk membeli saham , maka setiap saat adalah waktu yang tepat untuk membeli saham nya karena anda secara tidak langsung mempergunakan metoda Dollar Cost Averaging yang dalam artian harga saham anda akan menjadi harga saham rata rata dalam waktu satu tahun. Mungkin ada beberapa bulan yang anda membeli dengan harga tinggi dan ada beberapa bulan yang anda membeli dengan harga murah dan itu semua akan dirata rata dalam satu tahun nya.

Jika kita ingin melihat secara teknikalnya bagaimana ? Mari kita perhatikan grafik dari bank BBRI dengan pergerakan harga saham BBRI ini.

Jika kita perhaatikan memang saham BBRI ini sudah mengalami kenaikan yang cukup significan dari low nya di 18 Mei 2020 yang lalu di harga 2160 rupiah. Saham ini sempat mengalami sideway yang cukup lama sebelum akhirnya mampu membentuk golden cross dari ketiga MA nya , MA 5, MA 10 dan MA 20 dan dari harga penutupan bursa terakhir , saham ini masih perkasa di atas harga MA nya dengan level resistan di angka 3670 rupiah dan level support terdekat di 3250 rupiah.

Bagaimana dengan harga saham BBNI ? Mari kita perhatikan grafik berikut ini.

Setali tiga uang sebenarnya saham BBNI ini dalam membentuk golden cross ketiga MA nya , hanya saja BBNI ditutup di bawah harga MA 5 nya setelah 4 hari mengalami koreksi. Level resistan ada di angka 5350 rupiah dan support terdekat ada di angka 4850 rupiah. Dalam kedua grafik di atas kita hanya mempergunakan indikator MA atau moving average 5,10 dan 20 dan Bollinger Band sebagai acuan sederhana untuk melihat pergerakan harga harga saham incaran kita secara sederhana dan mudah di pahami. Silahkan anda mencoba untuk saham BBCA ya.

Jangan lupa untuk like , share dan follow instagram kita di @analisafundamental

Salam Sukses Investasi !