Dompet Digital AstraPay Disuntik Dana 195 Miliar dari Astra International

Dompet Digital
Dompet Digital

Dompet digital AstraPay menerima suntikan modal tambahan sebesar 195 Miliar rupiah dari PT Astra International Tbk dengan kode saham ASII. Anak perusahaan Astra yang memegang dompet digital AstraPay adalah PT Astra Digital Arta. Astra melakukan penambahan modal kepada dua anak perusahaan nya yaitu Federal International Finance atau FIF dan Sedaya Multi Investama atau SMI.

PT Astra Digital Arta ini memperoleh modal dengan penerbitan saham baru sebear 1.955.350 lembar saham dengan nominal 100 ribu rupiah per lembar saham nya. 398.500 lembar saham di beli oleh FIF seharga 39,8 Miliar rupiah dan 1.556.850 lembar saham lain nya di beli oleh SMI dengan nominal sebesar 155 Miliar.

Direktur Astra Internatioanal Suparno Djasmin pada konferensi pers usai RUPST April 2021 yang lalu menyatakan bahwa usaha atau bisnis dalam bentuk uang elektronik akan melengkapi layanan finansial Group Astra , diutamakan untuk pelayanan ekosistem para pelanggan Astra. Sedangkan AstraPay merupakan salah satu upaya untuk produk diferensiasi dari Astra sendiri.

AstraPay itu sendiri hingga saat ini banyak dipergunakan untuk pembayaran berbagai produk angsuran dari Group Astra sendiri seperti FIFGroup, Astra Credit Company , Toyota Astra Finance atau TAF dan bisa dipergunakan pula untuk pembayaran berbagai tagihan bulanan seperti tagihan listrik, tagihan air bahkan untuk pembayaran BPJS.

Kemudian bagaimana dengan komposisi pemegang saham nya ? apakah terjadi perubahan ? tentunya dengan tambahan modal dari SMI dan FIF ini menjadikan SMI sebagai pemegang saham mayoritas dengan penguasaan sebesar 72.75 persen dari keseluruhan saham AstraPay sedangkan FIF menguasai 25 persen saham dan sisanya dipegang oleh Koperasi Federal International Finance 2000 sebesar 2.25 persen.

Sedangkan komposisi pemegang saham AstraPay sebelumnya hanya ada dua yaitu FIF dengan 136.500 lembar saham senilai 97.5 persen dan sisanya di pegang oleh Koperasi Federal International Finance 2000 dengan 3.599 lembar saham atau setara dengan 2.5 persen.

Selain Astra ternyata ada group konglomerasi tanah air lainnya yang juga gencar menambahkan investasinya ke dunia digital yaitu group Emtek milik dari keluarga Sariatmadja , PT Elang Mahkota Teknologi Tbk dengan kode saham nya EMTK.

Emtek menyuntikan dana sebesar 3,08 Triliun  setara dengan US$ 210 juta di salah satu perusahaan incaranya yaitu PT Grab Teknologi Indonesia atau GTI melalui penerbitan saham baru dari GTI sejumlah 311,27 juta lembar saham.

Melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia , Manajemen perusahaan menyatakan bahwa suntikan dana dilaksanakan pada 30 Juni 2021 dengan nominal 1000 rupiah per lembar saham ke GTI.

Seperti kita ketahui bahwa GTI atau Grab Teknologi Indonesia merupakan pengelola aplikasi Grab seperti GrabCar,GrabBike,GrabFood,GrabMart,Grosir,GrabFresh, Grab for Business, GrabHealth dan juga Indonesia Bus Marketplace.

Emtek sendiri sebelumnya sudah memiliki 244,57 juta lembar saham atau senilai dengan 2,59 persen dan setelah penempatan tambahan saham menjadi 5,88 persen dari keseluruhan modal disetor di GTI.

Setali tiga uang dengan Astra , langkah ini dilakukan sebagai pendukung kegiatan usaha perusahaan dan memperkokoh posisi sebagai salah satu perusahaan teknologi dan digital nasional.

Satu langkah serupa dari dua raksasa perusahaan nasional berimbas berbeda di bursa saham pada hari ini . Pada penutupan perdagangan bursa Senin 5 Juli 2021 ini saham EMTK mengalami penguatan sebesar 4,42 persen atau ditutup di level 2600 rupiah berhasil menguat setelah mengalami pelemahan selama beberapa hari sebelumnya. Secara valuasi dengan ditutupnya diharga 2600 rupiah ini menjadikan PBVR sebesar 7,87 x .

Sementara itu ASII sendiri ditutup melemah 1,2 persen di level 4940 rupiah setelah mengalami penguatan 3 hari berturut turut dilanjutkan dengan pelemahan sejak jumat kemaren. Secara valusi dengan harga 4940 rupiah ini PBVR sebesar 1,24 x.

Secara valuasi silahkan bandingkan dengan perusahaan sejenis , dalam kasus ini jangan membandingkan valuasi ASII dengan EMTK karena kedua perusahaan ini bukanlah aple to aple. Untuk menghitung berapa harga wajar saham nya bisa di baca di bawah ini.

Baca Juga : Cara cepat menghitung harga wajar saham

Silahkan share dan follow instagram kita di @analisafundamental

Salam Sukses Investasi !!

Ayo Share follow dan like kita ya: