Scalping Saham Cara dan Teknik Cuan Saham Secara Cepat

Scalping saham atau scalper istilah di dalam dunia saham untuk trader yang melakukan trading dengan cara scalping. Bagaimana teknik scalping saham itu sendiri dan bagaimana cara scalping saham yang bisa menghasilkan cuan yang besar dalam waktu yang relative singkat. Berikut ini kita share pengalaman dari salah satu pemenang lomba trading dari Mirae Asset beberapa waktu yang lalu. Dia adalah Bekti Sutikno dan berikut adalah share cara scalping saham dan Teknik scalping saham :

Scalping Saham Cara dan Teknik
Scalping Saham

“Saya melakukan trading dengan pilihan-pilihan saham dimana saham-saham itu yang benar-benar mempunya volatilitas tinggi tentunya kalau saham-saham ke blue chip untuk kita lakukan scalper ini agak susah.”

Hai sobat cuan semuanya apa kabarnya nih Gimana perjalanan trading nya masih bisa cuan gak nah hari ini cuap-cuap Cuan kedatangan tamu yang special banget seorang scalper yang bisa menangguk cuan kotos kotos .Wah ini nih harus belajar banyak dari sini karena sekali masuk keluar keluar masuk bisa balik-balik gitu tapi bolak-balik dapat dihitung dengan gimana caranya biar cuan bolak-balik, cuannya mungkin tipis-tipis tapi sering gitu  dikit-dikit jadi bukit. Kita akan bahas seputar bagaimana sebenarnya bisa cuan dengan menjadi seorang trader dengan teknik scalping atau scalper dimana  kita  pegang sahamnya sebentar aja baru beli udah dilepas tangkap cuannya gitu ya Mas Bekti saya baru tahu nih kalau ternyata scalper itu kalau misalnya kita profesional dan serius cuannya juga bisa serius ya Mas gimana sih bener nggak sih scalper itu bisa juga cuanya luber?

Iya bener sekali Mbak saya juga sudah membuktikan ya bahkan style trading saya itu dari dulu sampai sekarang scalper trader itu yang saya lakukan dimana saya itu trading hanya dalam waktu hitungan detik ataupun menit itu langsung saja coba tapi saya lakukan berkali-kali dan terbukti bisa menghasilkan profit yang gede dan juga diikuti dengan persentase pertumbuhan aset yang tinggi.

Nah kalau gitu berarti harus ada tips khusus dong enggak serta-merta kayak mau beli saham ini nih langsung masuk enggak apa sih sebenarnya apa yang bisa dikatakan ciri-ciri atau mungkin saham apa yang bisa untuk scalping saham dan masuk kriteria seorang Mas Bekti untuk bisa dibeli hari ini langsung dijual bolak-balik masuk dapat cuan.

Scalping Saham Cut Loss
Scalping Saham Cut Loss

Jadi kalau scalper yang saya lakukan itu adalah saya melakukan trading dengan pilihan-pilihan saham dimana saham-saham itu yang benar-benar punya volatilitas tinggi tentunya kalau saham-saham ke blue chip untuk kita lakukan scalper ini agak susah , jadi pilihan saya jatuh kepada saham second liner atau orang menyebutnya saham gorengan karena disitu peluangnya sangat banyak sekali, volatilitas setiap harinya dan yang paling penting seorang scalper trader itu harus menanamkan dalam dirinya yaitu disiplin cut loss. Juga yang sering Saya bilang dimana-mana kenapa karena kita itu kalau scalper trader itu kita masuk di harga beberapa jadi kita bisa masuk keluar masuk lagi keluar jadi ngikutin harga dimana. Kalau ini enggak kita batasin justru aset kita ini akan turun banyak atau istilahnya kesangkut saham seperti itu sih Mas.

Jadi bisa dikatakan ya harus patuh terhadap trading plan yang memang sudah dari awal sudah dibuat.

Benar sekali oke nah tapi awal mula gitu seorang Mas Bekti menjadi seorang scalper atau trader sejak kapan sih sebenarnya perjalanannya kayak gimana ya ?

Oke kalau pertama kali sih trading sekitar tahun 2008 ya Nah di 2008 tetapi waktu itu awalnya saya seorang fundamentalis .

Oke awal banget seorang fundamentalis tetapi lama-kelamaan saya berfikir kalau saya seperti ini kapan saya kayanya makanya saya merubah style trading saya alhasil saya mulai melirik saham itu kemudian saya ikuti dengan belajar-belajar buku menganalisa saham dan saya memang menemukan style trading saya seorang scalper trader ( Scalping Saham )

Oke terakhir kita dikatakan saham saham second liner, tapi ini bukan sembarang saham dong ya tentunya biar enggak kejeblos.

Buat beberapa orang tuh mereka justru takut saham gorengan atau saham saham lapis dua lapis tiga kayak gitu selain tadi cut loss  Berarti milihnya juga nggak bisa sembarangan.

Baca Juga : Saham Gorengan , Cara Mendeteksi dan Strategy Cuan nya

So pasti Mbak Jadi yang saya lakukan itu memilih saham setidaknya juga ada beberapa kriteria misalnya nih kita harus lihat volumenya itu penting sekali jangan sampai kita itu masuk di saham tetapi kita nanti nggak bisa jualnya kalau volumenya kecil ya tetapi kalau volumenya gede setidaknya agak lebih aman kemudian yang perlu kita ketahui kalau kita tuh sebagai seorang scalper trader kita itu harus mempertimbangkan ataupun mempelajari bagaimana pola-pola market di mana ada fake demand supply, pump and dump , marking the close nah ini kan motif-motif transaksi di saham  jadi itu yang harus kita hindari juga kalau kita memilih saham harus bener-bener sesuai dengan kriteria misalnya volume dan aktif transaksinya dan biasanya saya itu kalaupun membeli saham-saham yang sudah ada momentum nya, gimana sudah direspon oleh pasar, volumenya tinggi dan diikuti dengan kenaikan persentase seperti itu jadi misalnya ini hari Senin itu saya beli saham ada misalnya saham bgtg dan saham babp karena waktu rame ditransaksikan dengan mungkin untuk dua tiga hari kedepan kita udah berubah pilihannya lagi,  kita cari yang momentumnya ada seperti itu.

Fake Bid and Offer
Fake Bid and Offer

Jadi memang news dari atau ia pemberitaan atau mungkin ya isu terkait dengan sebuah perusahaan atau saham itu memang menjadi pertimbangan seorang Mas Bekti juga untuk memenuhi syarat nya.

Iya dong bener banget itu mas saya juga memperhatikan namanya corporate action , di mana nih perusahaan misalnya nih ada saham suatu Bank mau diakuisisi  ataupun mungkin mau right  issues atau bagi dividen tentunya dengan adanya berita ini pasti akan direspon. Saya biasanya memanfaatkan peluang berita itu untuk trading untuk mengambil keuntungan di sana karena pasti akan bergejolak biasanya seperti itu.

Menjadi misalnya nih kayak pekan lalu gitu kan Oh bisa dikatakan pekannya mlpl  berarti memang menjadi perhatian dari Mas Bekti juga terhadap satu saham tertentu terkait dengan pemberitaan ini juga ya.

Eh benar banget Mas itu saya juga melakukan trading saham mlpl gitu kemudian beberapa hari terakhir juga bisa misalnya ini ada bank-bank mini itu mungkin aktif lagi ya Saya ikut di sana gitu mungkin kalau kita bisa prediksi mungkin kedepannya misalnya nih saham-saham sektor Farmasi naik lagi ya pasti ikut di sana terakhirnya dengan itu tadi strategi scalper trading saya dimana saya itu selalu in-out gitu tetapi aku harus punya semacam prinsip dalam diri saya yaitu disiplin cut loss karena kita seorang scalper trader ya Jadi kita harus bener-bener siap dengan risiko dan peluang profitnya gitu disiplin cut loss

Mungkin itu juga yang membedakannya seringkali orang kan membeli saham mengikuti pemberitaan berujung ujung cuci piringnya alias oleh orang lain pada take profit kita baru beli .

Kayak gitu sebenarnya tuh gimana sih kalau buat seorang scalper biar enggak terjebak berujung nyangkut di saham yang tadinya lagi ramai dibicarakan ternyata udah mulai ditinggalin begitu beritanya keluar gitu ya.

Timing Buy and Sell
Timing Buy and Sell

Kalau saya gini Mbak justru melihatnya ketika saham itu sudah naik tidak wajar ya Misalnya dalam dua hari terakhir atau tiga hari terakhir dia naik mungkin hampir menyentuh 100% atau reject atas berkali-kali itu akan saya hindari karena disanalah kita beli di pucuk dan biasanya kadang disitulah ketika saham itu naik akan dibom dengan namanya news mungkin dibikin seolah olah situ bagus ekspektasi ritel itu akan masuk di sana dan itu saatnya jualan jadi kalau kita yang mungkin belum punya kalau saham sudah naik signifikan mending selesai hindari saja karena di bursa kita ini kalau ada 700 perusahaan lebih ya nah ngapain kita fokus di situ,  masih banyak kok yang lain gitu.

Tapi bagi Mas Bekti itu kan iya tadi mengatakan ada batasan cutloss  misalnya satu kali masuk ni lagi trading berapa batasan toleransi seorang Mas Bekti untuk melakukan cut loss.

Kalau saya batasan toleransi cut lost range  2-4 persen sekitar itu tetapi ketika saham itu ternyata diluar dugaan dengan tekanan yang tinggi dan hampir menyentuh arb tujuh persen itu, Saya biasanya juga ikut jualan di arb 7 persen jadi mental saya sudah tak bentuk sebagai seorang scalper aku harus berani rugi karena aku berharap juga ingin profit seperti itu karena yang saya takutkan pengalaman ketika ARB di tujuh persen ini justru esok harinya bisa ARB berjilid-jilid bener dan ini bisa menguras aset kita ya kalau aset kita berkurang kita malah justru berpikir ulang bagaimana caranya kita untuk mengembalikan modal.

Dua sampai Empat Persen
Dua sampai Empat Persen Cut Loss

Saya ambil ilustrasi misalnya nih saya ada uang 100 juta batasan ARB itu tujuh persen kalau misalnya enggak saya cut loss dan saya diamkan itu nanti kalau ARB berjilid-jilid dan mungkin minus sampai 50% uang kita akan tinggal 50juta dari 50 juta itu untuk membalikkan nya aja kita butuh 100% padahal minus kita cuman 50%

Nah seperti itu sih masih tapi kan ada biasanya Nih kayak gini nih misalnya sahamnya turun udah melewati batas cut loss nya dua sampai tiga persen saya ada beberapa orang itu tapi dia mendiamkan karena berharap apalagi misalnya masih bisa balik arah itu oh mungkin masih ada di sesi kedua nanti masih bisa terjadi pembalikan arah gitu kalau Mas Bekti memang ketika melewati batas cut loss nya langsung keluar atau mungkin menunggu beberapa saat kalau misalnya masih ada waktu perdagangan gitu ,Saya beli di sesi1 nunggu dulu saya di sesi dua  atau seperti apa?

 Oke saya tadi kan bilang melewati range   2-4 persen itu yang saya lakukan ketika nyentuh itu kadang saya juga masih punya waktu toleransi toleransi sedikit, jadi ketika ternyata kok justru tidak naik pasti langsung akan saya jual seperti itu, yang saya lakukan berarti memang trading plan nya itu sangat ketat. Kenapa itu tadi kita itu kalau naik mobil dengan super cepat kita pasti butuh rem dong nah seperti itu yang saya terapkan di saham gitu kalau enggak bisa bahaya juga. Benar-benar Jangan sampai kita malah berfikir gini misalnya saya punya aset nanti kalau misalnya itu cut loss terus kemudian naik gimana ya ?

Saya itu menganggap itu belum rezeki saya nanti saya punya prinsip dan keamanan aset lebih utama.Tapi kalau kamu sering cut loss gitu nanti gimana kamu malah rugi terus ?Saya berfikirnya justru kayak ibarat sebuah mobil kamu jangan pernah berpikir kalau sering kamu rem nanti gimana kampasnya gimana oli rem nya tapi kamu Pilihlah kamu kan dengan adanya ngerem di mobil itu kamu kan aman itu yang saya selalu terapkan sebagai scalper trader, menjaga keselamatan diri kalau misalnya kendaraan,  menjaga keselamatan aset kalua sebagai seorang scalper trader atau scalping saham.

Kalau benar sedang trading atau menjadi scalper gitu, betul banget berarti ini kalau scalper gitu harus rajatega cut loss ya , enggak ada efek down dong Mas ?

Iya benar sekali mbak makanya saya juga punya prinsip gimana bagi temen-temen yang pengen mencoba scalper trader apalagi bagi pemula nih ya yang jelas pertama gunakan dana kecil dulu kemudian sebelum terjun menjadi seorang trader setidaknya persiapkan dulu dana untuk biaya hidup kita, setidaknya bisa setahun ke depan. Ini saya ambil ilustrasi ini masing-masing tiap orang berbeda misalnya kalau saya tinggal di Yogyakarta ini biaya perbulannya ini 2 juta asumsi untuk biaya hidup saya.Ya persiapkan dulu mungkin 24 juta  simpen di tabungan baru sisanya buat trading .Itu nanti akan menjadi kita secara trading secara psikologis kita akan lebih enak tidak tidak khawatir seperti itu.

Baca juga : Trading Saham Modal 1 Juta dan Cara Sederhana Cuan Joss

Nah kalau misalnya ini juga banyak terjadi di orang banyak banget yang beralasan gue nih trading, gue trading tapi ternyata ketika harga sahamnya turun Ia mau nggak mau ketika dia nggak tega cut loss ya dengan alasan menghibur diri jadi investor nah ini banyak terjadi , rasanya gimana nih melihat orang-orang.

Trader Jadi Investor
Trader Vs Investor

Kalau menurut saya itu karena sebenarnya mindset yang salah ya diri di saham ya jadi kebanyakan orang itu kalau masuk di pasar modal pertama kali kalau bisa kita itu punya tujuan dulu kita ini mau jadi seorang investor apa jadi seorang trader karena pilihan sahamnya beda, strategi dan caranya berbeda kalau invest itu kan kita belinya rekomendasi saham-saham yang Blue chip LQ 45 gitu ya, itu kita memang tidak terlalu membutuhkan banyak harus dipantau harus mungkin terlalu dianalisa secara tiap hari nggak perlu tapi kita cari valuasi saham dimana. Kalau saham sudah murah kita beli dan kita diamkan kalaupun turun kita masih bisa menggunakan metode mungkin average. Tetapi kalau seorang trader itu tadi kita harus disiplin kita harus punya trading plan resikonya ada karena kita akan masuk di beberapa harga seperti itu, makanya yang saya tekankan kalau anda mau trading itu ya harus siap dengan cut loss kalau enggak siapkan cut loss ya anda mungkin lebih cocoknya ke investasi dulu gitu dan selain itu saya tambahkan lagi  kalau seorang trader saran saya kalau memang nggak punya waktu jangan ambil saham-saham yang volatilitas tinggi karena itu resiko sekali, ketika mungkin orang yang sibuk dengan pekerjaannya ya tapi dia pengen trading tetapi kalau dia itu masuknya yang di volatilitas tinggi ketika dia itu ditinggal kerja itu bisa rontok saat itu dan bahaya sekali itu menurut saya seperti itu mungkin akan beda ceritanya dengan temen-temen yang dia ngambil saham tetapi tipenya adalah swingtrading gitu.

Jadi kalau memang masih sambil kerja sebaiknya jangan scalping ditinggal meleng kepalanya ARB,  pilihan saham yang kualitas tinggi .Terus kalau buat trader pemula tip nya bagaimana ? Mas Bekti sendiri kan pengalamannya sudah bertahun-tahun sampai menemukan kesuksesan sebagai scalper?

Kalau buat pemula tadi memang coba dana kecil dulu apa sebenarnya saran mas Bekti buat temen-temen yang pemula kayak gimana sih ? Oke yang mempertimbangkan mau scalping  apa enggak ya atau yang lain aja kayak gitu.

Oke mbak ini pengalaman saya Mbak ya jadi bagi pemula ,saran saya itu ketika pertama kali kita itu harus membuka rekening Efek itu diisi dengan dana kecil dulu kemudian setelah itu imbangi dengan yang namanya baca buku karena itu penting sekali dimana dengan buku itu kita bisa mencari info info dan berita kemudian mempelajari tentang saham apalagi kalau pemula biasanya dia harus beradaptasi dengan softwarenya dulu kan Jangan sampai keliru buy malah sell , saya liat banyak juga teman-teman saya kejadian seperti itu karena apa di awal itu apalagi trader pemula dia harus siap dengan menyiapkan diri untuk trading dengan cara ya seperti itu tadi, untuk ke investasi dulu saran saya kemudian diikuti dengan dana kecil dulu Saran saya ke invest dulu diikuti dengan kalau mau trading silahkan tetapi dengan dana yang terukur dulu.Kalau mau swing atau scalper dicoba aja dulu karena kita memang butuh dicoba kalau nggak dicoba kita nggak akan pernah tahu gitu.

Scalping Saham Press Wrong Button in Trading
Press Worng Button in Trading

Oke berarti bisa dikatakan kalau misalnya punya dana atau modal gitu ya enggak terlalu besar kalau menurut menurut Mas Bekti jadi investor dulu atau bisa langsung trader scalper asal ilmunya punya mungkin ya ya jadi eh kalau bisa tetap itu ya ilmunya punya.

Maksud saya selalu bilang kalau pesan saya tuh ya berinvestasi dan trading jadi sebagian bisa cocok untuk trading dan sebagian juga bisa cocok untuk trader gitu sebagian cocok untuk trading sebagian tidak cocok buat investasi yang paling penting berlanjutnya waktu trading ini kan akan kita lakukan berkesinambungan nya dari tahun ke tahun nah itu nanti selama perjalanan itu tetap jangan pernah berhenti belajar dan jangan malas menganalisa baru nanti kita cari style yang cocok untuk kita oke apa kita tipenya swing apa kita tipenya scalper atau mungkin kita lebih cocok ke inves dimana semua tujuannya tuh sama cari profit.Saya juga punya pengalaman unik nih Saya seorang scalper dan teman saya ini seorang cartist  jadi bener bener suka ngamatin banget tentang cart.Saya itu kalau screening saham pakai running trade sedangkan teman saya ini sama sekali nggak lihat running trade , Saya sampai heran kok bisa ? Nah dia menggunakan cart menghitung dimana saham-saham itu yang menunjukkan perhitungan dia dengan cara mencari sinyal sinyal teknikal nya dia juga akan bilang sama saya aku kalau lihat running trade malah nggak bisa, memang unik kita nggak perlu disamakan antara eh apa Ibaratnya seorang scalper , swing ataupun value investing ada pepatah mengatakan seribu jalan menuju ke roma udah yang penting kita in cari aja style yang cocok untuk diri kita yang penting semuanya tujuannya profit .

Kalau Mas Bekti kapan menemukan stylenya itu kan banyak orang tuh yang kek bingung gitu mencari style yaitu sebagai seorang apa gitu swing atau scalper ?

Kapan menemukan saya baru bener-bener menemukan style trading satu di 2016 jadi delapan tahun ini saya kayak belajar babak belur  yah ndak jadi dan  2016 baru punya baru menemukan stylenya .

Butuh waktu setelah menemukan stylenya itu gimana Mas kalau dilihat dari pertumbuhan asetnya perkembangann skill nya ?

Jadi setelah itu memang luar biasa ya Mbak bisa membukukan mungkin udah berpuluh-puluh bahkan ratusan kali lipat dari aset saya setelah menemukan style trading saya itu. Jadi kesalahan-kesalahan saya dulu ya kalau saya rangkum intinya lebih ke saya kalau sie pinginnya seorang trader tapi saya enggak mau cut loss nah itu-itu bahaya sekali ,  dulu,  tapi saya rubah. Kemudian yang kedua ketika saya itu profit profit saya amankan kalau dulu enggak,  saya gulung terus di saham alhasil ini profitnya ilang  uang itu pengalaman saya makanya saya bisa bilang seperti ini karena saya punya pengalaman itu.

Ada kan orang tuh yang mindset nya tuh gini ketika mendapatkan keuntungan ya untungnya digulung terus di saham . Terus kalau Mas Bekti untungnya bener-bener diamankan jadi yang diputar adalah modalnya.

Iya saya seperti itu dan sampai saat ini pun saya juga masih seperti itu, jadi saya trading saham ini sudah menggunakan modal yang terukur bahasa saya itu sudah profitnya profitnya profit gitu jadi nggak akan mempengaruhi psikologis trading saya benar-benar juga ya kalau trading itu saya ibaratkan sebuah kalau kita mau perang sudah siap mati gitu bahasanya siap tempur itunya berarti dana darurat sudah aman biaya hidup udah aman untuk sekian bulan mungkin sekian tahun kalau caranya Hehehe.

Jadi sih kalau gitu juga enak gitu ya betah kadang-kadang kalau trading ada nih yang mungkin pakai harusnya bayar uang buat apa dipakai dululah diputer gitu ya atau pakai duit pinjeman gitu pernah enggak sih sebenarnya Mas Bekti melakukan kesalahan atau mungkin melakukan hal itu ?

Pernah dong Mas saya nggak bisa bilang seperti ini kalau saya belum pernah mencoba gitu jadi pengalaman saya di tahun 2000-an 2009-2010  waktu itu kan juga masih mahasiswa saya s pernah mencoba seperti itu mas walaupun cuman dengan bahasanya modal yang masih terukur ya masih nyaman 5 juta 10 juta and gitu pinjem . Iya saya lakukan waktu itu karena mindset saya dulu juga salah ,  harapan saya misalnya nih saya pinjem kemudian bunga perbulannya misalnya asumsi cuma dua persen kalau saya bisa menghasilkan lebih di saham mungkin  5/10 persenkan dapat cuan gitu ya itu saya akan dapat nanti bisa kalau saya rutin itu akan saya dapat modal dengan cara berhutang tapi ternyata saham ini kan sesuatu hal yang gak pasti ada resikonya juga .Justru malah dengan ada seperti itu waktu itu yang terjadi duitnya menguap mas sampai bingung nih mau balikin duit hutang dari mana ini. Nah itu pengalaman seperti itu makanya saya selalu bilang kalau ini saran saya jangan sampai pake duit panas dengan pinjaman jangan-jangan.Sebelum masuk saham itu jangan lupa tadi siapkan uang untuk biaya hidup dulu biar nggak mengganggu kita untuk ini yang kita sering lupa ya jangan sampai enggak makan  begitu , punya pengalaman juga itu mas waktu masih mahasiswa jadi lah dikasih uang SPP ya itu buat bayar itu kan saya masukkan ke saham , disamping juga terus saya bayar SPP nya di hari paling terakhir dan ternyata sudah saya perkirakan waktu itu masih  t+3 dan  saham saya masih minus tapi nggak mau nggak mau harus dijual karena  buat bayar SPP dan alhasil yang terjadi saya kayak cut loss nya tuh cut loss dipaksakan uang harus keluar. Nah ini dia yang tak maksud kalau pakai uang panas pasti kita akan was-was gitu. Dulu waktu masih darah muda yang masih yah iya jadi Emang gak boleh ingat sekali lagi nggak boleh pakai uang panas pakai uang dingin yang benar-benar enggak enggak tahu mau diperuntukkan nya buat apa artinya dana menganggur dia benar-benar semua udah tercukupi kebutuhan sandang pangan papan sampai dana darurat juga sudah terpenuhi.

Betul banget nah sekarang kita mau tahu Eh Mas Bekti size trading nya sebesar apa sih ? jangan sampai menjelaskan Oke boleh dibandingin kalau dulu kayak gimana atau sekarang kayak gimana berapa kali lipat gitu berlalu?

Kalau dibilang size memang sudah berbeda jauh sekali ya mbak ya selalu yang di video satu yang kemarin sudah saya buka yaitu saya selama enam bulan terakhir waktu competition itu di bulan September sampai Maret itu dari 220 jutaan udah profit hampir 14 miliar ya bisa jadi 14 miliar nya waktu itu jadi memang dengan strategi trading saya waktu itu ketika saya itu sudah cuan itu kan selalu saya amankan. Kalau untuk ukuran size memang saat ini saya trading hanya mungkin di kisaran mungkin di bawah 5M gitu aja sih dikala kondisi market seperti ini ,tetapi ketika nanti mungkin market oke ada saatnya pasti itu peluru saya akan keluarkan lagi gitu.

Oke mungkin memang unlimited berkasih gitu ya membatasi 5M, Wow banyak ya mungkin kalo lihat satu saham ada volumenya 5 M mungkin salah dari Mas Bekti ya . Jadi namanya trader itu kan bertahap ya misalnya dari awalnya kita trading biasa dana segini kemudian rezeki lagi bagus tradingnya sukses seperti itu semakin besar semakin besar apa ada misalnya perubahan di psikologi nya jadi lebih gemetar jadi lebih enggak seberani sebelumnya apa gimana sih ?

Justru yang terjadi saat ini yang sebaliknya Mbak dulu waktu saya itu masih di awal-awal trading mungkin menggunakan uang 20an sampai 100-an juta cuma gemeter sampai saya itu mau enter itu deg-degan dan bahkan malam hari ah nggak bisa tidur tetapi sekarang mungkin enter mungkin 20-30 miliar Ya itu mah nggak masalah kenapa yang membedakan karena waktu dulu saya masih trading dengan mindset saya yang salah satu trading hanya dengan menggunakan uang saya disitu itu aja yang saya gunakan dan saya juga pernah cerita diatas berhutang ini mah deg-degan tapi sekarang karena saya mungkin dengan nominal itu  bahkan mungkin lebih gede malah saya enggak deg-degan karena ibaratnya saya tuh punya uang 10 juta ini yang saya keluarkan cuma satu juta aja jadi nggak akan ngaruh apa-apa gitu .Kalau secara nominal lebih besar tetapi kesiapan dalam diri saya dibalik diri saya itu aset saat ini memang sudah siap sudah apa ya ibaratnya itu sudah kuat nggak kayak dulu padahal dulu menggunakan modal kecil, aneh kan kalau dipikir.

Sebagai scalper atau scalping trader ini enggak semua orang siap nggak semua orang bisa ini butuh waktu dan proses bahkan saya menyebutnya waktu dan pengalaman tuh nggak bohong itu bener nggak bisa semua orang langsung kita harus paksa jadi scalper enggak bisa enggak bisa.

Dengan banyak orang yang mendengar cerita kesuksesan Mas Bekti berbondong-bondong mau jadi scalper  tapi It’s not for everyone juga ya sebenarnya ?

Intinya kalau scalper trader ini kan sebuah metode yang sangat cepat sekali ya , saya bilang menyebutnya untuk one day trading  ya tetapi disini juga ya itu tadi ibaratnya kalau saya itu trading ini saya pengennya cepet tapi ada resikonya seperti itu konsep saya itu aja sih gitu.

Berani mengambil risiko menjadi salah satu unsur terpenting nah ada juga mengatakan gini kan biasa itu banyak orang beralasan Eh kamu nggak trading hari ini saya ditanya bilang orang enggak,  market market nya lagi bearish  gitu kan lagi nggak bagus gitu kalau mas Bekti ini mau dalam situasi kondisi market apapun tetap bisa nyelip dapat cuan ?

Enggak juga mas,  seninya seorang scalper trader harus bisa mengontrol psikologis trading nya dia harus tahu kapan waktu dia tuh untuk melakukan jual-beli dan ada saja dia itu ibaratnya saham tidur ya nggak perlu memantau market juga  karena kondisi market enggak selamanya baik jangan sampai ada istilah “ jangan sampai kamu nangka pisau jatuh”  gitu ya kalau memang kondisi nggak dan lagi saat bearish. Apa itu yang mendingan saya enggak ini saya enggak trading mendingan saya jalan-jalan udah rest dulu nikmati cuan kita nggak perlu diprediksinya harus tiap hari or jual-beli enggak. Saat market oke ibaratnya saya keluarkan nuklir saya semuanya gitu Hehehe

Jangan gatal menekan tombol enter beli buy buy buy

Itu ia masih mohon maaf kesalahan-kesalahan para pemula itu ketika dia bilang gini sama saya Mas Bekti ketika saya itu sudah profit tetapi alhasil  kok kesapu lagi Ya ?

Nah itu banyak yang gitu Mas Bekti jadi profitnya gagal sehingga juga , udah ada nih udah untung selama seminggu misalnya ngumpulin 40juta tiba-tiba untung 40juta itu bisa kesapu dalam jangka waktu 2 sampai 3 hari

Iya karena dia gini masa melihatnya dia controller dalam dirinya masih kurang keinginan untuk trading nya tinggi , saya menyebutnya dia udah kecanduan trading gitu deh jadi kalaupun trader seperti ini kita harus bisa melihat kondisi market ini penting banget mas misalnya dua bulan tiga bulan terakhir ini kan maerket juga saya juga susah cari profit di bulan-bulan terakhir kemarin.

Bener jadi memang harus mengendalikan keinginan itu benar kita jangan sampai seperti kecanduan narkoba betul-betul tahu siklus market juga ya kapan musim panen Kapan istirahat menikmati hasil panen yakan ya terutama untuk scalping saham.

Iya tapi justru memang harus begitu , kita butuh balancing  nggak mungkin market itu naik terus nggak mungkin malah susah kita nanti juga mau ambil keputusan kalau naik terus kita juga kadang takut juga marketing gih tetapi market itu memang naik-turun itu justru seninya disitu kita bisa memanfaatkan momentum titik-titik dibawah ketika terjadi correction bahkan saya menyebutnya gini tahun 2020 bulan Maret waktu terjadi covid di Indonesia masuk itu kan IHSG rontok ya benar luar biasa tapi saya salah satu termasuk orang yang justru selamat bahkan mah justru membukukan profit yg banyak dimana saya ini  tipe scalper dimana saya tuh punya prinsip untuk disiplin cut loss juga empat persen. Setelah itu ketika IHSG turun saya diam diri ga ada trading selama seminggu udah tungguin aja. Harga murah oke momentum itu saya bisa dapetin harga murah dan ketika sahamnya balik naik ke atas lagi saya bisa jualan .

Bagi teman-teman yang dia itu swing atau mungkin dia invest aku jamin pasti kena karena waktu itu benar-benar luar biasa rontoknya gitu .

Itu salah satu keuntungannya kalau scalper ya nggak barangnya nggak nginep nggak nginep gitu bahkan memang ya mau apapun yang terjadi harus keluar dari benar kalau udah salah arah ya keluar aja gitu kalau ARB harus benar-benar keluar tapi ini mungkin bisa dibagi sama sobat sobat enggak gimana cara menyisir saham , Mengapa ya menyisir sangat Kok banyak banget yang menyisir ada tuh orang yang menyisir misalnya dari Top gainers disisir satu satu kalua Mas Bekti  gimana sih apa tiap malam nyisir saham gitu,  Anda banyak ratusan saham

Kalau saya biasanya tiap market itu tutup Mas itu langsung saya lihat  saham saham apa yang mungkin terjadi peningkatan volume dan diikuti dengan kenaikan persentase itu malam harinya akan saya cari berita ya bisa di cnbc ,bisa di detikfinance ,kontan, Bloomberg investing itu saya aktif bukaberita malam hari kemudian saya cari ke analisis teknikal nya untuk esok harinya . Screening saham itu begitu, market itu mau open pagi harinya itu saya juga akan lihat kondisinya IHSG jadi banyak pertimbangannya juga tidak langsung saklek ya ketika nanti market berjalan itu akan saya lihat direspon enggak sama market gitu Jadi kalau ternyata itu direspon ya udah saya ikut dan saya screening juga pakai running trade Oke dimana saham-saham tiba-tiba disitu ada momentum aktif dan mungkin naik lima lebih dari lima persen akan salirik bisa jadi biasanya juga itu akan saya beli seperti itu mas kurang lebihnya.Jadi memang ada yang memang saya rencanakan dan memang yang tak terduga dengan tadi saham tiba-tiba ramai akan saya beli di seperti itu.

Oke berarti Jangan malas membaca itu berlangsung tiba-tiba akan melihat sahamnya untuk scalping saham , naik beli ternyata dipucuk bentar lagi jatuh yang benar-benar menjadi berarti persiapan sebelum trading nya udah dari sehari sebelumnya karena melakukan bukan random hidup pucuk Oke hak yang ini juga ya tuh bener harus tetap memperhatikan kondisi makroekonomi juga melihat kondisi pasar melihat juga pemberitaan terhadap satu saham dan juga yang tadi Mas Bekti bilang yang lihat volumenya juga kalau banyak yang mentransaksikan berarti Liquid begitu ya banyak yang mau gitu jadi momentum nya ada momentum cepet keluarnya cepet masuknya juga dik yang masuk bisa cepat keluar juga jangan sampai masuk gampang keluarnya susah.

Baca Juga : Tips Scalping Saham Menurut Pengalaman Ahli-Updated

Demikian teknik scalping saham ataupun cara scalping saham sharing pengalaman dari Bekti Sutikno.

Share dan Like and follow our instagram @analisafundamental

Salam Sukses Investasi !!!

Ayo Share follow dan like kita ya: