Cara Memilih Saham dan Melewati Masa Krisis di Dunia Saham

Cara memilih saham dan melewati masa krisis di dunia saham menjadi sebuah topik pembicaraan yang memang tiada habisnya. Terutama pada saat sekarang di mana bukan hanya market di Indonesia saja yang sedang mengalami krisis tapi hampir semua market dunia mengalami hal yang sama. Merebak nya virus corona yang sudah di nyatakan sebagai pandemi oleh WHO menjadikan pesimisnya market dunia yang tercemin dari melorot nya berbagai indeks market dunia. Tidak terlepas kondisi market Indonesia pun setali tiga uang , IHSG terhempas tak berdaya meskipun sudah di suntik berbagai aturan darurat market dari OJK sendiri. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai pelaku pasar di Indonesia dimana kita tahu bahwa semua dalam keadaan panic mode yang tercemin dari melorotnya hampir semua harga saham apapun itu perusahaan dan apapun jenis sektornya. Hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah mengingat kembali bagaimana dan apa tujuan dari membeli saham sebuah perusahaan. Ada sebuah postingan yang sangat menarik dari Savalniveshak yang membahas bagaimana cara untuk memilih saham dan cara untuk melewati masa krisis.

Yang pertama adalah dengan mempergunakan diagram cara memilih saham dengan proses pemilihan seperti di bawah ini.

Cara Memilih Saham Secara Cepat
Cara Pemilihan Saham

Bermula dari ide secara umum yang kita peroleh dari berbagai sumber kita bisa mulai melakukan screening dengan kriteria record laporan kuangan 7 – 10 tahun dengan

  1. Sales , profit growth lebih besar dari 10 %
  2. Market kapital nya di atas 80 juta USD
  3. Rasio utang atau DER nya di bawah 1 x
  4. ROE di atas 20 %
  5. PE ratio di bawah 25 x

Setelah kita mendapatkan kandidat dari seleksi di atas , satu persatu kita pelajari mana yang bisnis nya mudah kita pahami dan sesuai dengan kompetensi kita sebagai contoh jika anda kompeten di dunia perbankan maka saham seleksi awal di atas anda akan pilih yang bergerak di bidang perbankan dulu. Nah di sini di tekan kan bahwa kita perlu memahami diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita memutuskan untuk membeli saham sebuah perusahaan. Bagaimana jika bidang yang memang kita kompeten tidak ada yang TBK ? Jawabannya sederhana saja , anda mau belajar atau tidak dan seberapa jauh anda mau belajar untuk memahami bisnis suatu perusahaan yang akan anda jadikan sebagai kendaraan investasi anda, semakin sederhana dan mudah anda memahami bisnis perusahaan tersebut maka akan semakin baik untuk di jadikan kendaraan investasi.

Setelah anda menemukan jenis bisnis yang mudah anda pahami barulah kita beralih kehal yang lebih dalam yaitu laporan keuangan perusahaan dimana anda fokus pada Balance sheet nya dan fokus pada cash flow nya. Seperti kita tahu bahwa nyawa suatu perusahaan sangat tergantung dari kualitas cash flow nya , apakah cash flow nya negative ataukan positive . Detail nya bisa anda perhatikan dari diagram di atas.

Seleksi terpenting setelah itu adalah seberapa besar moat nya , kekuatan brand nya di bandingkan dengan kompetitor nya. Sebagai contoh di daerah saya jika orang bertanya soal motor maka akan bertanya : Kesini kamu naik honda ? Honda di sini yang dimaksud adalah motor , karena merek ini sudah membumi maka apapun motor yang anda pakai , orang akan menyebutnya honda. Contoh lain adalah makanan indomie , apapun merek yang anda makan , orang akan menyebutnya sebagai indomie meskipun sebenarnya anda sedang makan supermie atau mie mie yang lain nya.

Seleksi yang terakhir adalah seleksi harga , apakah kita berpatokan pada value investor ataukan growth investor ? Seberapa besar margin of safety yang mampu dan mau anda toleransikan dalam membeli sebuah saham.

Yang kedua adalah dengan mempergunakan tabel kualitas bisnis sebagai berikut :

Kualitas Bisnis Suatu Perusahaan
Kualitas Bisnis Suatu Perusahaan

Tabel di atas cukup sederhana dan mudah untuk kita pahami , apa saja yang termasuk kedalam kriteria perusahaan yang berkualitas dengan yang tidak berkualitas.

Yang ketiga adalah selalu mengingat kembali rahasia sukses investasi jangka panjang seperti dalam grafik berikut ini.

Investasi Jangka Panjang

Yang keempat adalah menikmati proses , hal ini sangat penting tapi sering kita lupakan baik secara sadar maupun tidak sadar.Investasi adalah sebuah proses yang panjang dan bukan proses instant dan hal ini yang sering kali kita lupakan dan menjadikan kita panik di saat market mengalami krisis seperti sekarang ini. Jadikan masa krisis market sebagai sebuah peluang untuk mendapatkan saham perusahaan bagus dengan harga yang murah. So stop complaining and do your home work.

Like and share and don’t forget to follow our instagram @analisafundamental Salam Sukses Investasi !!