The psychology of kenapa orang membeli apa pun ternyata bukan hanya karena mereka menyukai suatu produk saja , melainkan lebih kepada cara pikiran bekerja dan tiap orang mempunyai cara yang berbeda. Jika kita bisa memahami ini , bisa di bilang kita akan bisa menjual apa saja dan kepada siapa saja hopefully membantu membalik pola pikir bandar saham.
- Social Proof mengambil keputusan berdasarkan apa kata orang , apa yang di beli orang , berdasar review dari orang lain , semakin banyak orang membeli maka semakin merasa aman dan pilihan yang tepat dan bukan berdasar kepada do your home work. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Semakin banyak orang yang membeli akan mengurangi rasa ketidak pastian kita , you know that we don’t like uncertainty right ? Semakin banyak orang yang membeli kita merasa semakin percaya diri bahwa saham yang kita beli itu adalah pilihan yang benar regardless kita do the home work atau tidak. Yang paling menarik adalah terjadinya momentum dimana semakin orang membeli maka semakin banyak yang ikut membeli yang menimbulkan FOMO
- Authority , dimana kita mempercayakan keputusan untuk membeli berdasarkan kepada kata kata orang ahli atau at least authority people. Kita membeli berdasarkan rekomendasi influencer saham misalnya atau nonton podcast public figure . Alasannya kenapa ? Ya salah satunya kita beranggapan bahwa para ahli tahu dan mengerti apa yang mereka bicarakan atau rekomendasikan ,semakin higly educated biasanya semakin terpercaya dan yang paling pasti adalah mengurangi kerja kita untuk menganalisa suatu saham , kita tahu bahwa otak itu adalah organ yang paling malas karena memang di ciptakan untuk menghemat energi yang kita pakai.
- Scarcity , semakin langka sesuatu akan semakin terlihat sangat menarik dan membuat kita semakin takut kehilangan kesempatan. Beli sekarang mumpung harga turun , senin naik misalnya. Why it works ? semakin langka semakin menarik untuk di beli , ada rasa pengen beli secepatnya biar tidak ketinggalan kesempatan dan yang pasti mengurangi over thinking untuk memutuskan membeli sebelum peluang itu hilang.
- Reciprocity dimana ada rasa hutang budi setelah menerima kebaikan atau keuntungan di depan.
- Consistency dimana kita paling suka commit dengan hal hal kecil yang akan diikuti oleh hal hal besar berikutnya.
- Liking disini kita akan sangat mudah sekali terpengaruh dengan orang orang yang kita suka dan merasa ada koneksi dengan kita.
Setelah kita memahami The Psychology of kenapa orang membeli at least kita bisa memahami behaviour kita sendiri dan menjadi semakin bijak di dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi dalam apapun termasuk di dalam saham.
Salam sukses investasi !!!!
